TAFSIR SURAH AL FATIHAH AYAT KETUJUH
(Tafsir Makna Nikmat, Magdub, Dallun dan Ta’min)
Oleh: AHMAD
ABRAR RANGKUTI, S.Pd.I.,M.A.[1]
Disampaikan dalam Kajian Tafsir Alquran
Balai
Penelitian Sei Putih, Kamis 16 November 2017
A. Pendahuluan
Allah swt menurunkan sebanyak 104 kitab kepada para nabi
dan rasul-Nya dan dari kitab tersebut isinya terkumpul ke dalam empat kitab,
yaitu taurat, zabur, injil, dan Alquran. Dari keempat kitab tersebut isinya
dimuat dalam satu kitab, yaitu Alquran. Kemudian, dari satu kitab tersebut,
kandungan isinya termuat dalam satu surah yaitu al-Fatihah. Selanjutnya, dari
tujuh ayat surah al-Fatihah, seluruh makna ayatnya terangkum dalam ayat iyyaka
na’budu wa iyyaka nastain. Ayat ini merupakan awal pengakuan keimanan hamba dan keyakinannya total kepada Allah
sebagai satu-satunya zat yang berhak disembah dan dimintakan pertolongan.
Al-Fatihah merupakan surah pertama yang diturunkan Allah swt secara lengkap
sempurna. Sedangkan wahyu terakhir yang diturunkan secara lengkap dan sempurna
adalah surah an-Nasr. Surah pertama yang diturunkan sebagai wahyu yang pertama
adalah surah al-‘Alaq. Sedangkan surah pertama yang menerangkan perintah
keraadasulan Nabi saw adalah surah al-Muddassir. Terdapat hubungan yang
menakjubkan antara surat pertama dan terakhir keduanya turun secara lengkap dan
sempurna. Hubungan tersebut dapat dilihat dari redaksi kata alhamdulillah (hamd)
yang terdapat pada kedua surah tersebut. Allah swt itu dipuji atas segala
sesuatu, baik sesuatu itu menyenangkan (as-sarra’) bagi manusia atau
sebaliknya (ad-darra’). Terdapat rahasia dari ucapan alhamdulillah,
karena itu Nabi saw meminta agar ucapan alhamdulillah diucapkan dalam setiap
keadaan. Para malaikat dan isi alam semesta semuanya bertasbih kepada Allah swt
dengan alhamdulillah.











